Lima Tujuan Pernikahan Dalam Agam Islam

Lima Tujuan Pernikahan Dalam Agam Islam – Pernikahan merupakan suatu hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan, sebab masalah pernikahan tak cuma menyinggung tabiat ataupun hajat hidup manusia yang asasi, tapi juga menyangkut suatu kesatuan yang luhur bernama rumah tangga. Pernikahan bukanlah hal yang dapat dianggap sepele, karena didalam pernikahan terdapat syarat syarat atau yang disebut dengan aqad.

Lima Tujuan Pernikahan Dalam Agam Islam

Tujuan Pernikahan

Pernikahan atau menikah merupakan suatu jalan yang paling afdhal dan paling bermanfaat dalam upaya untuk menjaga kehormatan diri, karena pernikahan bisa menghindarkan kita dari hal hal yang dilarang serta diharamkan Allah SWT. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan untuk segera mempercepat pernikahan untuk mereka yang sudah mampu, baik lahir ataupun bathin.

Dengan pernikahan, gejolak biologis dalam diri manusia bisa terselesaikan. Disamping itu, pernikahan juga bisa mengangkat cita cita luhur yaitu untuk menghasilkan keturunan yang nantinya berperan dalam kemakmuran di bumi serta menjadikannya lebih semarak.

Tujuan Pernikahan dari pandangan Agama

Dalam Q.S. Ar-Ruum ayat 30, Allah telah berfirman yang artinya:
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Jadi menikah merupakan suatu hal yang sangat dianjurkan dalam islam, dan islam sangat tidak menyukai perilaku membujang. Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku.”

Adapun tujuan dari suatu pernikahan menurut syariat islam adalah :

1. Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia yang Asasi

Islam sangat menganjurkan untuk mereka yang sudah mampu untuk menikah, karena nikah merupakan fitrah kemanusiaan dan naluri kemanusiaan. Bila naluri tersebut tidak dipenuhi melalui jalan yang benar yaitu melalui pernikahan atau perkawinan, maka dapat menjerumuskan seseorang ke jalan syaitan yaitu mereka bisa berbuat hal hal yang diharaman Allah seperti berzina, kumpul kebo, dan lain sebagainya
Sebagai Benteng yang Kokoh bagi Akhlaq Manusia

Dalam sebuah hadist shahih yang sudah diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud, dan Baihaqi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya:

Wahai para pemuda ! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

Dari hadist di atas dapat disimpulkan bahwa pernikahan merupakan hal yang disyariatkan dalam islam, dimana dengan menikah akan bisa menghindarkan seseorang dari perbuatan keji serta kotor yang bisa menurunkan atau merendahkan martabatnya. Ini berarti bahwa pernikahan merupakan benteng yang kokoh untuk martabat seseorang

3. Menegakkan Rumah Tangga Islami

Tujuan suci dari suatu pernikahan adalah supaya syariat islam dalam kehidupan rumah tangga selalu ditegakkan oleh pasangan suami istri. Untuk itu, sangatlah penting untuk kita untuk memilih calon yang tepat sebelum menikah, supaya nantinya dapat terbina keluarga sakinah, mawadah, warohmah.

Islam juga membenarkan menegenai adanya thalaq (perceraian) bila suami serta istri tak lagi dapat menegakkan syariat syariat islam dalam rumah tangganya. Tetapi, islam juga membenarkan adanya rujuk (kembali menikah) apabila keduanya sanggup untuk kembali melaksanakan syariat syariat islam dalam rumah tangganya.

4. Meningkatkan Ibadah kepada Allah

Rumah tangga merupakan salah satu wadah untuk beribadah dan beramal sholeh selain kegiatan ibadah serta amal sholeh lainnya, dimana menurut konsep ajaran islam, hidup ialah untuk mengabdi serta beribadah hanya kepada Allah semata

5. Memperoleh Keturunan

Dalam Q.S. An-Nahl ayat 72, Allah telah berfirman yang artinya:

Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?

Dari penjabaran Ayat di atas dapat disimpulkan bahwa menurut ajaran islam tujuan dilaksanakannya suatu pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah agar nantinya dapat terbentuk generasi yang berkualitas. Agar syariat islam dapat ditegakkan dalam suatu rumah tangga, maka diperlukan pasangan-pasangan yang ideal
Dalam ajaran islam telah memberikan beberapa kriteria ideal dalam mencari pasangan, diantaranya adalah:

  • Kafa’ah

Kafa’ah merupakan kesamaan maupun kesepadanan derajat suami dan istri dalam suatu pernikahan guna membina rumah tangga yang islami. Ukuran kafa’ah menurut ajaran islam adalah dilihat dari kualitas iman dan taqwa serta akhlak yang dimiliki seseorang

Tetapi saat ini kesepadanan antara pasangan suami istri kebanyakan dinilai dari segi materi, status sosial, dan keturunan. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pasangan yang cocok bagi anak anaknya adalah mereka yang mempunyai status soaial, kedudukan, ataupun keturunan yang sebanding dengan keluarganya.
Dalam Q.S. Al-Hujuraat ayat 13, Allah telah berfirman yang artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang-orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya:

Wanita dikawini karena empat hal : Karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (ke-Islamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. (Hadits Shahi Riwayat Bukhari 6:123, Muslim 4:175).

  • Sholeh atau Sholehah

Untuk membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah maka sudah seharusnyalah jika seorang pria mencari wanita yang sholehah untuk dijaikan pendamping hidupnya. Begitu juga sebaliknya, seorang wanita harus mencari pria yang sholeh.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!