Apa Hukum Membunuh Cicak Menurut Islam

Apa Hukum Membunuh Cicak Menurut Islam – Cicak ialah salah satu binatang yang sangat legendaris dalam sejarah agama Islam. Reptile merayap berkaki empat yang kerap terlihat berkeliaran di dinding serta langit langit rumah ini termasuk ke dalam binatang terkutuk hingga akhir zaman. Perihal ini dikarenakan cicak di sebut sebut sebagai binatang perantara setan yang memusuhi dakwah.

Apa Hukum Membunuh Cicak Menurut Islam

Hukum Membunuh Cicak

Kisah Cicak dalam Sejarah Pekembangan Islam

Kisah cicak yang legendaris ini terjadi ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup hidup ke dalam kobaran api yang sudah disiapkan oleh Namrud Ibn Kan’an, ia adalah seorang raja yang pertama kali mengaku sebagai Tuhan dari kerajaan Babilonia atau yang sekarang dikenal dengan Negara Irak.

Dalam peristiwa ini dikisahkan terdapat dua ekor binatang yang turut berperan, yakni semut serta cicak. Bila semut berpihak kepada Nabi Ibrahim as cicak malah berpihak pada raja Namrud Ibn Kan’an.

Dalam cerita itu semut dengan susah payah berlari lari membawa butiran butiran air yang ada di mulutnya buat memadamkan kobaran api yang membakar tubuh Nabi Ibrahim as. Lalu seekor burung berkata mewakili keheranan semua binatang yang menyaksikan peristiwa tersebut.

“Tidak mungkin setetes air yang ada di mulutmu mampu memadamkan kobaran api yang sangat besar itu.” sahut si burung.
Tetapi kemudian semut menjawab “Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, tapi ini kulakukan paling tidak semua akan melihat bahwa aku di pihak yang mana.”

Dari peristiwa tersebut akhirnya banyak hadis yang mengisahkan mengenai bagaimana peranan cicak dalam mempersulit penyebaran Islam pada masa Nabi Ibrahim AS. Di antaranya adalah dalam sebuah hadist muslim yang mengisahkan bahwa cicak adalah tersangka utama yang meniup serta memperbesar kobaran api sehingga membakar Nabi Ibrahim.

“Dahulu, cicak-lah yang meniup dan memperbesar kobaran api yang membakar Ibrahim.” (HR. Muslim).
Menyikapi hadis ini, Syekh Utsaimin mengatakan bahwa tindakan cicak yang meniup untuk membesarkan kobaran api (yang membakar Nabi Ibrahim As) pertanda bahwa cicak ialah hewan yang memusuhi dakwah, ahli tauhid serta keikhlasan para pejuang (syarah Riyadhus Shalihin).

Sunahnya Membunuh Cicak dalam Islam

Hukum membunuh cicak dalam agama Islam ialah Sunah. Perihal ini disebabkan oleh kisah cicak yang akhirnya berpihak kepada Namrud Ibn Kan’an untuk ikut membakar Nabi Ibrahim AS. Sebagian hadis bahkan sangat menganjurkan umat muslim untuk membunuh cicak yang mendapat gelar sebagai hewan fasiq dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Imam Nawawi dalam syarah shahih Muslim menyebutkan ‘illat bahwa cicak digolongkan hewan yang fasiq sebab ia merupakan hewan yang memberikan dampak mudharat serta mengganggu manusia. Dikisahkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash r.a, bahwa Nabi Saw memerintahkan (umatnya) untuk membunuh cicak, dan beliau menyebut (cicak) sebagai hewan fasiq (pengganggu).” (HR. Muslim)

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang membunuh seekor cicak dengan satu pukulan dicatat baginya seratus kebaikan, dalam dua pukulan pahalanya kurang dari itu, dalam tiga pukulan pahalanya kurang dari itu.” (HR. Muslim).
Kemudian Al-Munawi menyebutkan, “Allah memerintahkan untuk membunuh cicak karena cicak memiliki sifat tercela, sementara dulu, dia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim sehingga (api itu) menjadi besar.” (Faidhul Qadir).

Tidak cuma itu, sebuah hadis lain juga mengisahkan mengenai Aisyah yang mengatakan, “Aku mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membunuh cicak maka Allah akan menghapus tujuh kesalahan atasnya.” (HR Thabrani)

Pahala Membunuh Cicak

Sunah ialah perkara positif yang tak wajib dilakukan oleh umat manusia akan tetapi bila dilakukan maka ia akan mendapatkan pahala serta manfaat lainnya. Dalam membunuh cicakpun sudah tentu akan ada pahala yang menyertainya.
Mengenai perihal ini, Nabi Saw menjelaskan perihal pahala yang akan didapatkan dengan mengamalkan anjurannya.

Disebutkan dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda: ”Barangsiapa membunuh cicak maka pada awal pukulannya baginya ini dan itu dari kebaikan. Barangsiapa yang membunuhnya dalam pukulan kedua maka baginya ini dan itu yakni kebaikan yang berbeda dengan yang pertama. Jika dia membunuhnya pada pukulan ketiga maka baginya ini dan itu kebaikan yang berbeda dengan yang kedua.” (HR. Muslim).

Demikianlah pembahasan mengenai hukum membunuh cicak dalam agama Islam ini. Semoga pembahasan ini bisa menambahkan khazanah keilmuan kita serta meningkatkan keimanan kita semua terhadap Allah Subhana Hua Ta’ala. Amin.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!