Memilih Pendamping Hidup Menurut Islam

Memilih Pendamping Hidup Menurut Islam – Memilih calon pendamping sesuai dengan syariat islam sebenarnya sangat mudah. Syariat islam menyebutkan bahwa pernikahan merupakan suatu jalan yang halal untuk menyalurkan nafsu syahwat yang dimiliki laki laki ataupun perempuan. Sehingga dengan adanya ikatan pernikahan kedua pasangan bisa menjaga kehormatan serta kesucian diri dan dapat menjalankan syariat-syariat islam.

Memilih Pendamping Hidup Menurut Islam

Memilih Pendamping Hidup

Memilih Pendamping Hidup – Pada dasarnya, suatu pernikahan tidaklah diniatkan untuk beberapa waktu tertentu saja, akan tetapi suatu pernikahan bertujuan untuk mempunyai hubungan seumur hidup atau selama lamanya serta mempunyai keluarga islami yang sakinah, Mawaddah, serta Warohmah adalah idaman bagi setiap pasangan suami istri, serta untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan kehati hatian bagi setiap insan dalam memilih calon pendamping. Lalu bagaimanakah pandangan islam mengenai cara memilih calon pendamping?

Islam memberikan beberapa kriteria untuk seorang pria serta wanita sehingga mereka layak disebut sebagai calon pendamping yang baik, diantaranya :

Memilih Calon Istri

Allah SWT berfirman :
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلَّا تَعُولُوا

Artinya “Dan apabila kalian takut tidak bisa berbuat adil kepada anak-anak perempuan yang yatim (untuk kalian jadikan istri), maka nikahilah perempuan-perempuan (lain) yang kalian senangi, dua atau tiga atau empat. Bila kalian takut tidak bisa berbuat adil, maka nikahilah satu perempuan saja atau budak-budak kalian. Yang demikian itu lebih membuat kalian tidak berbuat zhalim.(QS. An- Nisa’ ayat 3)

Berikut beberapa kriteria dalam memilih calon istri, diantaranya :

1. Wanita yang memiliki agama yang baik

Perihal ini sangat ditekankan oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, dimana seorang perempuan yang mengerti ajaran agama yang baik akan dapat memahami tugas serta tanggung jawabnya dalam suatu keluarga baik itu sebagai istri ataupun sebagai seorang ibu. Dalam sebuah hadist Beliau Sholallahu Alaihi wassalam bersabda :

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya “Seorang wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya selamat tanganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Wanita yang belum pernah menikah (masih gadis)

Mengapa seorang lelaki sebaiknya memilih perempuan yang masih gadis untuk dijadikan pendaping hidupnya? Karena menikahi perempuan yang masih gadis atau belum pernah menikah akan membuat sebuah ikatan perkawinan menjadi lebih kuat serta kokoh. Disamping itu, pada cinta serta kasih sayang yang diberikan wanita tersebut akan lebih bisa menyentuh hati sang suami.

Karena sang wanita merasa suaminya adalah lelaki pertama yang dikenal, ditemui, serta melindunginya. Rosulullah Sholallahu Alaihi wassalam pernah berkata kepada Jabir Bin Abdullah ketika ia menikahi seorang janda هَلاً بِكرًا تَلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ yang artinya “Mengapa engkau tidak menikahi perawan agar engkau bersenda gurau dengannya dan ia bisa bersenda gurau denganmu.”

3. Wanita yang berwajah cantik serta bermahar ringan

Rosulullah Sholallahu Alaihi wassalam pernah bersabda “Sebaik-baik wanita adalah wanita yang cantik parasnya dan murah maharnya.” Artinya, syariat islam menekankan bagi kaum pria untuk memilih seorang wanita yang berparas cantik, menawan, dan elok untuk dipandang, walaupun islam juga melarang menikahi seorang wanita cuma karena melihat kecantikannya saja. Sementara yang dimaksud dengan murah maharnya adalah wanita yang mau menerima berapapun besarnya mahar yang diberikan oleh suami.

4. Wanita yang penyayang dan bisa melahirkan

Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda “kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak.” Yang dimaksud dengan wanita penyayang di sini adalah wanita yang memiliki sifat penuh cinta kasih yang disertai dengan kebaikan-kebaikan yang dimilikinya. Sedangkan wanita yang bisa melahirkan artinya adalah wanita yang nantinya mampu melanjutkan keturunan dari suaminya.

5. Wanita yang bukan berasal dari kerabat dekat

Artinya adalah seorang pria sebaiknya mencari calon pendamping hidup yang tak berasal dari kerabat dekatnya. Contohnya saudara sepupu, baik dari pihak ayah ataupun ibu.

6. Wanita yang berasal dari keluarga yang baik

Salah satu hal yang perlu diperhatikan seorang laki laki dalam memilih calon pendamping hidupnya ialah dari keluarganya. Perempuan yang baik untuk dinikahi adalah ia yang berasal dari keluarga yang mempunyai ketaatan dalam menjalankan perintah agama (keluarga sholeh). Mengapa? Karena orang tua yang sholeh tentu akan memberikan pendidikan akhlaq yang baik untuk anak anaknya. Disamping itu, dalam menjalani kehiduan berumah tangga, mereka selalu berpedoman kepada agama.

Memilih Calon Suami

Suami adalah imam atau pemimpin dalam rumah tangga, jadi akan sangat penting memperhatikan beberapa kriteria dalam memilih calon suami. Allah SWT berfirman :
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ
Artinya “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allâh telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan).” (QS. An- Nisa’ ayat 34)

Adapun kriteria calon suami yang baik menurut islam diantaranya :

1. Pria yang beragama Islam (Seorang muslim)

Allah SWT berfirman :

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Artinya “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al- Baqarah ayat 221)

2. Pria yang berilmu dan berakhlaq mulia

Seperti Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An- Nisa’ ayat 34 di atas bahwa seorang laki-laki adalah pelindung bagi perempuan (istrinya). Jadi seorang calon suami yang baik ialah berakhlak baik, sholeh, dan taat dalam menjalankan agama, karena lelaki yang seperti itu ialah lelaki yang tahu serta paham mengenai hukum hukum Allah SWT, sehingga nantinya ia akan mampu mengetahui bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik terhadap istri, dan bisa menjaga kehormatan dirinya serta agamanya.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!