Hukum Sunat Untuk Perempuan Menurut Islam

Hukum Sunat Untuk Perempuan Menurut Islam – Khitan merupakan perihal yang sudah difitrahkan untuk manusia seperti sabda Rasulullah, “Fithrah itu ada lima: Khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis.“ [HR. Al-Bukhary Muslim)].

Hukum Sunat Untuk Perempuan Menurut Islam

Hukum Sunat Untuk Perempuan

“Ibrahim ‘alaihissalam telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun.” [HR. Al-Bukhary Muslim].

Sementara untuk hukum khitan untuk perempuan juga disyariatkan seperti halnya pria. Kontroversi juga masih kerap terjadi seputar masalah khitan untuk wanita baik di Indonesia ataupun di luar negeri. Perbedaan ini dapat terjadi karena banyak alasan dan juga sudut pandang yang berbeda beda.

Pendapat yang menolak atau kontra bisa terjadi karena informasi yang kurang seputar ajaran Islam dan juga kesalahan dalam menggambarkan khitan yang syar’i untuk wanita atau bisa saja karena memang sudah antipati terhadap Islam.

Sebagai seorang muslim, kita mempunyai pedoman dalam menyikapi perselisihan tersebut yakni mengembalikannya kepada Allah SWT dan juga Rasul-Nya.

Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Hal itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [an-Nisa’: 59].

“Sesungguhnya jawaban orangorang mukmin, apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukumi (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang orang yang beruntung.” [an-Nur: 51].

Mengenai sunat untuk anak perempuan tidak ada perselisihan tentang yang disyariatkan, tetapi para ulama hanya berbeda pendapat saja mengenai apakah hukumnya adalah sunah atau wajib. Sementara pendapat yang kuat atau rajih adalah wajib berdasarkan ajaran Nabi seperti yang ada dalam hadits.

Fitrah ada lima atau lima hal termasuk fitrah, khitan, mencukur bulu kemaluan pria dalam Islam, mencabut bulu ketiak, menggunting kuku, dan menggunting kumis.” [Sahih, HR. al- Bukhari dan Muslim].

Fitrah dalam hadits tersebut ditafsirkan ulama sebagai tuntunan para nabi termasuk Nabi Ibrahim Alaihissalam dan kita sebagai umat muslim telah diperintahkan untuk mengikuti ajaran tersebut.

Alasan kedua adalah karena hal ini menjadi pembeda antara muslim dengan non muslim dimana dapat dilihat dalam kitab Tuhfatul Maudud karya Ibnul Qayyim rahimahullah.

Dalil Tentang Sunnah Khitan Perempuan

Mengenai urusan khitan untuk anak perempuan juga didasari dengan beberapa dalil atas sunnah yang membahas mengenai khitan untuk wanita tersebut, seperti:

1. HR. Abu Dawud

Dalam hadits Ummu ‘Athiyyah, di Madinah terdapat wanita yang pekerjaannya mengkhitan wanita dan Rasulullah SAW bersabda, “Jangan berlebihan di dalam memotong, karena yang demikian itu lebih nikmat bagi wanita dan lebih disenangi suaminya.” [HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany].

2. HR. Ibnu Majah

Rasulullah SAW bersabda, ““Kalau bertemu dua khitan dan tenggelam khasyafah (ujung dzakar), maka wajib untuk mandi.” [HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany].

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!