Hukum Curhat Pada Suami Orang Menurut Islam

Hukum Curhat Pada Suami Orang Menurut Islam – Tiap manusia pasti mengalami masalah dalam kehidupannya, baik dalam kehidupan sebelum menikah ataupun sesudah menikah. Dan manusia pasti membutuhkan manusia lain sebagai tempat berbagi serta mencari solusi dari segala permasalahan yang mereka hadapi supaya mendapatkan jalan keluar yang terbaik dan meringankan beban hati.

Hukum Curhat Pada Suami Orang Menurut Islam

Hukum Curhat Pada Suami Orang

Tetapi perihal tersebut jangan sampai kelewat batas dan tanpa aturan karena setiap hal yang manusia lakukan dan kehidupan yang dijalankan oleh manusia harus berdasarkan pada sumber syariat Islam dan dasar hukum Islam seperti Al Qur’an dan Hadits, yang mana merupakan sumber pokok ajaran Islam.

Dalam berbagi cerita serta meminta saran pun tak boleh pada sembarang orang, haruslah pada orang yang benar benar bisa dipercaya dan kepada orang yang bila kita bercerita dengannya tak akan menimbulkan fitnah atau zina. Dalam Islam pun tak ada larangan atau dalil yang jelas melarang persoalan bercerita atau curhat pada orang lain.
Bagaimana pada kehidupan setelah menikah, apakah boleh kita bercerita atau curhat mengenai masalah dalam kehidupan rumah tangga kita kepada suami orang lain?

Curhat Kepada Suami Orang Menurut Pandangan Islam

Dalam membina dan menjalani rumah tangga, pastilah terdapat beberapa kerikil didalamnya yang besar ataupun kecil. Perihal tersebut kadang membuat sebagian orang menjadi tertekan serta membutuhkan tempat untuk berbagi atau curhat. Lantas bagaimana bila seorang perempuan curhat dengan suami orang?

Dari ‘Abdullah bin ‘Amir, yaitu Ibnu Rabi’ah, dari bapaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahramnya.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)

Maksud dari hadits diatas adalah, Islam melarang seorang laki laki atau perempuan untuk hanya berduaan dengan orang yang bukan muhrim dalam Islam, karena sesungguhnya diantara mereka berdua ada syaithan yang menjadi orang ketiga diantara mereka, Terkecuali mereka ditemani oleh mahramnya.

Keberadaan syaithan sebagai orang ketiga diantara mereka akan membawa hal hal buruk dan memungkinkan terjadinya kemaksiatan seperti zina dalam Islam. Oleh sebab itu, perihal tersebut lebih baik dihindari.
Dan dalam Islam Allah sudah melarang umatnya untuk mendekati zina. Larangan tersebut terdapat dalam (QS Al-Isra [17]: 32) Allah berfirman :

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Dalam ayat diatas manusia dilarang mendekati zina dikarenakan manusia adalah makhluk yang cenderung dikuasai oleh hawa nafsu, maka dari itu Allah melarang umatnya untuk mendekati zina dan semua perkara yang ditakutkan bisa menjerumuskan manusia pada perkara tersebut. Dan orang yang mendekati zina akan mendapatkan hukuman yang sama dengan orang yang melakukannya.

Lalu bagaimana bila seorang muslimah yang telah menikah curhat dengan suami orang lain yang merupakan bukan mahramnya, apakah itu tidak sama saja seperti mendekati zina? Mendekati zina bukan cuma dapat terjadi ketika sedang bertemu berduaan secara langsung, tetapi juga bisa terjadi secara tidak langsung dan melalui hal hal kecil, contohnya seperti chatting dengan suami orang dan bertelponan dengan suami orang. Perihal tersebut juga bisa menjerumuskan kearah perzinaan.

Dari beberapa dalil diatas maka bisa disimpulkan bila wanita yang telah menikah curhat dengan suami orang lain tidaklah diperbolehkan karena perihal tersebut termasuk zina hati. Tidak baik bila seorang muslimah yang telah bersuami menceritakan masalah rumah tangganya pada laki laki lain, terlebih bila pria tersebut bukanlah mahramnya.

Ketika seorang wanita yang telah menikah curhat pada laki laki yang merupakan suami orang lain, perhal itu akan mengundang saling ketertarikan dan jatuh cinta dan bisa mengakibatkan si perempuan akan menganggap pria tersebut sebagai sandaran baru dan penyelamat baginya dan pada akhirnya bisa menimbulkan zina.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!