Cara Mengungkapan Perasaan Pada Wanita Dalam Islam

Cara Mengungkapan Perasaan Pada Wanita Dalam Islam – Memiliki rasa cinta terhadap lawan jenis adalah sesuatu yang wajar. Hal itu adalah fitrah setiap manusia. Namun untuk mengungkapkan cinta menurut Islam tentunya tidak boleh sembarangan. Terutama bagi umat muslim yang punya pedoman Al-Quran dan Al-Hadist. Maka sudah seharusnya mengikuti ajaran syariat agama. Apabila cinta disikapi dengan cara salah, ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan dosa.

Cara Mengungkapan Perasaan

Dalil Tentang Cinta Dalam Al-Quran

Di Al-Quran, terdapat banyak sekali dalil yang menjelaskan mengenai cinta terhadap lawan jenis. Ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala memang menyisipkan rasa cinta ke dalam hati setiap manusia. Dan sebagaimana kodratnya, manusia itu diciptakan untuk saling berpasangan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala berikut adalah beberapa dalilnya :

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadaap syahwat berupa wanita.”(QS. Ali Imran :14)
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzaariyat: 49)
“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.” (QS. An-Najm : 45)

Berikut akan kami jelaskan cara cara mengungkapkan perasaan kepada wanita dalam islam. Beberapa diantaranya yakni :

1. Mendoakan

Cara mencintai seseorang dalam islam bisa lewat doa. Sebab terkadang seseorang yang kita sukai itu belum tentu punya perasaan sama. Jadi kita harus berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala agar jalan kita untuk mendekati wanita tersebut menjadi lancar. Namun apabila mungkin wanita tersebut bukanlah jodoh kita. Dengan berdoa maka Allah Ta’ala akan memberikan solusi yang terbaik.

2. Saling Tolong-Menolong

Apabila pria jatuh hati kepada seorang wanita, ia bisa menolong atau membantu wanita tersebut jika dirasa kondisnya kesulitan. Namun pertolongan sebaiknya diberikan lewat perantara untuk menghindari fitnah.

Dari Abu Hurairah, bahwasahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Allah Azza wa Jalla juga berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah:2).

3. Menutupi Aibnya

Perasaan cinta tidak harus ditunjukkan lewat kata-kata romantis. Cara lain yang lebih baik adalah dengan menutupi aib orang yang dicintainya. Mengumbar aib orang lain tidak ada gunanya. Toh, kita juga punya aib, kan? Setiap orang tak terlepas dari khilaf dan salah. Jadi koreksi diri masing-masing saja daripada menjelek-jelekan lainnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain; oleh karena itu ia tidak boleh menganiaya dan mendiamkannya. Barang siapa memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Barang siapa membantu kesulitan seorang muslim, maka Allah akan membantu kesulitannya dari beberapa kesulitannya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).

4. Menikah

Cinta sejati dalam Islam tentunya harus diwujudkan lewat pernikahan. Jangan hanya sekedar menebar janji manis. Menikah itu lebih suci di sisi Allah Ta’ala dan mampu mendatangkan banyak pahala. Bahkan jikapun kondisi kita miskin, maka Allah Ta’ala akan mencukupkan rezeki setelah menikah.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran: “Dan di antara tanda tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Rum: 21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah Swt akan mengkayakan mereka. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS.An Nur: 32)

5. Mendatangi Rumahnya Untuk Mekhitbah

Seorang pria yang baik bila mencintai wanita bukan mengajak berpacaran. Tetapi langsung mendatangi rumahnya untuk bertemu sang wali wanita tersebut. Kemudian mengutarakan maksud kedatangannya bahwa ia hendak melamar wanita tersebut. Anda bisa mempraktekan cara mengambil hati calon mertua dalam islam. Yang demikian ini lebih baik dalam pandangan Allah Ta’ala sekaligus menghindari dosa.

Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah”.

6. Tersenyum

Daripada menunjukkan wajah muram dan cuek, lebih baik kita ramah dengan orang lain. Termasuk kepada wanita yang kita cintai (khusus istri) sebaiknya kita memperbanyak mengumbar senyum. Ini akan membuat hati istri menjadi bahagia sekaligus kita juga mendapat pahala.

Dari Abu Dzar RA, dia berkata bahwasahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!