Kisah Hanzhalah Dimandikan Malaikat

Kisah Hanzhalah Dimandikan Malaikat – Kenikmatan dunia tak setara nikmatnya menghadap sang Khalik dalam keadaan syahid. Begitulah prinsip yang dipegang oleh salah seorang sahabat Rosulullah saw, Hanzhalah Bin Abu Amir. Ia pemuda sedehana. Tetapi berkat ajaran suci Rosulullah saw, juga latar belakangnya yang bersahaja, ia pun tumbuh menjadi sosok yang tak pernah minder, dan gampang putus asa.

Kisah Hanzhalah Dimandikan Malaikat

Hanzhalah Dimandikan Malaikat

Kisah Hanzhalah Dimandikan Malaikat

Ia tidak pernah merasa gentar kala harus membela kebenaran risalah suci yang dibawa Nabi saw. Pribadinya juga istimewa, karena Hanzhalah ialah Abu Amir Bin Syafy, yang biasa dipanggil Abu Amir.

Abu Amir merupakan salah satu tokoh pemuka suku Aus pada masa jahiliyah. Ketika ajaran islam mulai menerangi Madinah, tempat ia tinggal, ia berada di garis terdepan barisan kaum penentang. Tidak heran, Rosulullah saw menyebut Abu Amir dengan panggilan “Si Fasik”.

Abu Amir lantas memilih meninggalkan Madinah supaya dapat menghindari seruan islam yang dibawa Rosulullah saw, sekaligus mencari teman yang bisa diajak menumpahkan dendam. Ia pun bergabung dengan kaum kafir Quraisy pimpinan Abu Shufyan. Di tengah tengah kaum Quraisy Makkah ini Abu Amir gencar melancarkan propaganda mengenai perlunya membendung tumbuh kembangnya islam, dan memusuhi Rosulullah saw.

Selain itu di Madinah dalam keadan siaga penuh. Kaum muslimin telah mengetahui rencana penyerangan pasukan Abu Shufyan. Madinah pun genting. Dalam situasi seperti itu, Hanzhalah dengan tenang hati melangsungkan pernikahan. Sungguh tindakannya itu merupakan gambaran sosok yang senantiassa tenang menghadapi beragam macam keadaan.

Sebagaimana layaknya pengantin baru, malam pertama Hanzhalah pun dilewati dengan penuh kebahagiaan. Penuh cinta, kasih sayang juga kemesraan. Semua itu seakan menjadi bumbu penyedap di setiap degup jantung di malam indah yang tak mengharapkan pagi segera datang. Memang, saat seperti itu, hal hal yang sebelumnya diharamkan buat seorang laki laki serta perempuan, berubah menjadi halal. Bahkan berpahala besar. Sebanding dengan membunuh 70 Yahudi!

Ketika kedua insan itu tengah asyik bercengkrama memadu kasih, tiba tiba dari kejahuan terdengar seruan. Suara itu lama lama terdengar makin keras. “Hayya’alal jihad, hayya’alal jihad…,” kian semangat.

Suara itu terdengar amat tajam menusuk telinga Hanzhalah serta terasa menghunjam dalam di dadanya. Suara itu seolah olah irama surgawi yang ia nanti nanti. Hanzhalah pun segera melepaskan pelukan diri dari sang istri, lantas bergegas mengambil peralatan perang yang jelas jelas sudah lama dipersiapkan. Kemudian ia lari menuju medan perang.

Di daerah Uhud kaum muslimin mempertaruhkan nyawa menghadapi pasukan Abu Shufyan. Di gurun pasir yang kering serta tandus itu Hanzalah mencabut pedangnya kemudian berkelebat mencari mangsa. Dengan gagah berani ia terobos pasukan musuh, yang jumlah mereka lebih banyak dari pasukan kaum muslimin. Satu persatu tubuh orang Quraisy terluka bersimbah darah serta juga tewas berkalang tanah terkena sabetan pedang Hanzhalah.

Kemahirannya bertempur benar benar terbukti di perang Uhud ini. Hanzhalah bahkan berhasil menerobos brikade pasukan pengawal Abu Shufyan. Ia pun berhadap hadapan langsung dengan tokoh Quraisy yang satu itu.
Menurut kesaksian beberapa orang, Hanzhalah bertarung sengit melawa Abu Shufyan. Bahkan ia tampak lebih unggul serta hampir meraih kemenangan. Sejengkal lagi pedangnya yang tajam hendak menebas tubuh Abu Shufyan, pada saat itu juga, Syadad bin al-Aswad, seorang tokoh Quraisy lainnya, tiba tiba menikam Hanzhalah dari belakang. Sengguh tindakan seorang pengecut. Cara bertarung yang tak jantan. Tetapi semua telah ditakdirkan Allah SWT, sang pengantin baru itu pun gugur sebagai syuhada.Hanzhalah meninggal dengan senyum penuh kemenangan.

Perang Uhud jelas jelas menyebabkan kerugian besar buat umat islam. Salah satunya ialah gugurnya Hamzah bin Abu Mutholib, pelindung Nabi saw serta pembela islam yang gigih. Termasuk Hanzhalah dan para sahabat yang lainnya.

Saat Rosulullah saw serta para sahabat lainnya melakukan pengecekan jenazah, beliau menemukan jasad Hanzhalah. Betapa beliau terkejut, atas ijin Allah SWT, beliau melihat jasad Hanzhalah Dimandikan Malaikat Sebuah peristiwa yang belum pernah beliau saksikan sebelumnya.

Peristiwa luar biasa itu pun beliau kabarakan terhadap para sahabat. Membuat Abu Sa’ad as-Saidi penasaran serta mendekati jasad Hanzhalah, hendak mencari tahu banyak. Kedua matanya pun terbelalak. Ia melihat ada bekas tetesan air di kepala jenazah Hanzhalah yang menyunggingkan senyum itu.

Apa yang terjadi terhadap jenazah Hanzhalah itu membuat para sahabat bertanya tanya. Di rumah Hanzhalah, seorang sahabat menceritakan peristiwa tersebut pada istri Hanzhalah. Perempuan shalihah yang cantik serta anggun itu pun menjawab, “Dia pergi ke medan perang ketika mendengar seruan jihad. Padahal saat waktu itu dia masih dalam keadaan junub.”

Rosulullah pun menjelaskan, “Sebab itulah ia dimandikan para malaikat.” Hanzhalah bin Abu Amir kemudian dikenal dengan sebutan “Ghoisulmalaikat”(orang yang dimandikan para malaikat).

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!