Ilmu Hasta Brata Sebagai ilmu Kepemimpinan

Ilmu Hasta Brata Sebagai ilmu Kepemimpinan – Hasta Brata merupakan ilmu kepemimpinan Jawa kuno yang dipakai oleh para Raja Raja Jawa buat memimpin rakyatnya konon katanya siapa pun orang yang mempunyai ilmu Hasta Brata ini dapat meluluhkan hati orang sehinga orang yang mempunyai ilmu ini semua printah serta keinginanya akan dikabulkan siapa saja.

Ilmu Hasta Brata Sebagai ilmu Kepemimpinan

Ilmu Hasta Brata

Delapan Karakter

Ilmu Hasta Brata mempunyai 8 karakter yang harus di jalani untuk mendapatkan kesempurnaan dalam memimpin. Hasta Brata bisa diartikan menjadi Hasta berarti delapan serta Brata berarti laku atau jalan spiritual.

Delapan jalan menuju kesempurnan ini antara lain bumi, langit, angin, samudera, rembulan, matahari, api, serta bintang bila seseorang yang menjalani ilmu ini telah berhasil menyempurnakan 8 jalan ini maka ia akan menjadi pemimpin paling disegani.

Pewayangan

Dalam cerita perwayangan juga diceritakan kisah ilmu Hasta Brata ilmu ini disebut dalam cerita sebagai “Wahyu Makutha Rama” yang dimiliki oleh dua orang raja titisan dari Dewa Wisnu, yaitu Sri Rama Wijaya yang merupakan raja dari Kerajaan Ayodya, serta Sri Bathara Kresna yang merupakan raja dari Kerajaan Dwarawati.

Budaya Jawa Kuno

Ilmu Hasta Brata identik dengan budaya Jawa Kuno karena ilmu ini jelas jelas dipakai banyak orang jawa pada jaman dahulau. Bahkan Trilogi kepemimpinan dari Ki Hajar Dewantara yang berbunyi : “Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madyo Mangunkarso dan Tut Wuri Handayani” ; juga bersumber dari ilmu Hasta Brata tersebut.

Soekarno

Presiden Pertama Indonesia Soekaro juga diperkirakan mempunyai ilmu Hasta Brata sehinga ia mempunyai kewibawaan yang tingi serta disegani oleh lawan politik dan ditakuti pemimpin dunia lainya.

Untuk mendapatkan ilmu Hasta Brata tersebut, dipercaya harus melakukan ritual macapatan dari sesudah maghrib sampai dini hari. Dalam ritual macapatan tersebut, harus melantunkan tembang seperti Mijil, Sinom, Kinanti, Asmaradana, Dandanggula, Pangkur, Durma, Pocung, Gambuh, Megatruh, serta Maskumambang. Dalam tembang tembang tersebut, terdapat nilai nilai luhur mengenai kepemimpinan Jawa Kuno.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!