Sejarah Pencak Silat Dan Aspek Spiritual

Sejarah Pencak Silat Dan Aspek Spiritual – bangsa Indonesia mempunyai beragam cara dalam pembelaan diri (secara fisik) untuk mempertahankan dirinya supaya tetap hidup. Disamping untuk diri sendiri, mereka melakukan pembelaan juga untuk melindungi kelompoknya. Dan perihal ini pun bukan melindungi diri bukan dari musuh berupa manusia, melainkan berupa alam seperti bencana alam yang datang secara tiba tiba atau serangan hewan yang akan menyerang secara mendadak.

Sejarah Pencak Silat Dan Aspek Spiritual

Sejarah Pencak Silat

Sejarah Pencak Silat Pencak silat telah tersebar ke seluruh kepulauan Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Namun, sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan kapan dan bagaimana asal mula tersebar pencak silat ini. Ada yang menyebutkan kalau pencak silat ini tersebar karena adanya keterampilan dari beragam suku asli di Indonesia. Keterampilan tersebut seperti berperang yang memakai parang, perisai, serta tombak. Misalnya seperti tradisi dan adat di kepulauan Nias yang mana terdapat suku yang bernama suku Nias sudah menyebarkan seni bela dirinya sesuai adatnya yaitu dengan menggunakan senjata parang. Yang diyakini bahwa hingga abad ke-20, suku Nias tidak tersentuh sama sekali oleh budaya luar.

Terdapat empat aspek dalam pencak silat yang membuat bentuk serta gaya yang berbeda beda di setiap tempat perguruan atau padepokan. Perihal itu tergantung aspek mana yang akan ditekankan pada padepokan tersebut. Karena setiap padepokan tentunya mempunyai keyakinan yang berbeda beda untuk menentukan aspek mana yang digunakan. Perihal ini sesuai dengan kebijakan dan tujuan padepokan tersebut dibentuk. Berikut urainya :

1. Aspek Mental Spiritual

Hanya orang yang bijak serta arif saja yang bisa memakai ilmu pencak silat secara sempurna. Karena pencak silat ini sebenarnya mengajarkan ‘’manusia untuk manusia’’. Dalam arti sederhanya yaitu membangun serta mengembangkan kepribadian yang luhur serta mulia dalam diri. Bahkan diyakini bahwa konon, seseorang yang ingin belajar pencak silat harus melewati berbagai tahap seperti semedi atau bertapa. Sehingga bisa dikatakan bahwa aspek yang pertama ini merupakan aspek yang melibatkan jiwa serta kebatinan seseorang untuk mencapai ilmunya dalam ilmu pencak silat.

2. Aspek Seni Budaya

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa pencak silat pada dasarnya merupakan ilmu seni tradisi yang melibatkan adat dan kebudayaan setempat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pencak silat ini merupakan salah satu seni permainan yang berbudaya. Dan budaya merupakan aspek yang sangat penting dalam ilmu pencak silat. Maka dari itu terdapat kata ‘Pencak’ dalam pencak silat, karena arti dari kata ‘pencak’ merupakan tarian yang diiringi music dan mengenakan busana tradisional. Sehingga, pencak silat ini tak heran jika memiliki banyak gerakan dalam ilmunya.

3. Aspek Bela Diri

Istilah ‘silat’ inilah yang membawa ilmu pencak silat ke dalam aspek bela diri. Seorang pesilat harus dapat menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat, karena hal ini merupakan aspek kemampuan teknis dalam pencak silat.

4. Aspek Olah Raga

Hal inilah yang membawa pencak silat merupakan sesuatu yang melibatkan fisik atau tubuh. Sehingga bukan hanya otak dan batin saja yang digunakan dalam pencak silat, melainkan juga menggunakan fisik dan tubuh yang kuat dalam menghadapi lawan. Pesilat haruslah sering olah tubuhnya agar tubuhnya dapat tumbuh dengan kuat dan baik dan tidak mudah dikalahkan oleh lawan main saat pertandingan nanti. Aspek olah raga ini meliputi jurus, yang berupa tungga maupu ganda atau regu.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!