Sejarah Dan Misteri Batu Berlubang Di Garut

Sejarah Dan Misteri Batu Berlubang Di Garut – Di tengah hutan Garut ada situs purba berupa batu berlubang misterius yang berada di Desa Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Ada 3 batu besar seukuran meja makan. Setiap batu memiliki permukaan yang rata sempurna seperti meja. Kemudian ada lubang seperti untuk menumbuk padi dengan diameter sekitar 25 cm, serta mengecil di dasar lubangnya.

Sejarah Dan Misteri Batu Berlubang Di Garut

Batu Berlubang

Untuk menuju ke tempat batu berlubang ini harus melewati sawah dan ladang juga menaiki puncak bukit. Situs batu berlubang ini dinamai Pasir Lulumpang. Arti dari pasir dalam bahasa sunda dulu berarti bukit dan Lulumpang yaitu tempat menumbuk padi atau lumpang.

Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat mengungkap asal usul batu berlubang di Situs Pasir Lulumpang, Kabupaten Garut. Batu tersebut merupakan peninggalan zaman Paleometalik. Batu berlubang itu bukan berasal dari masa megalitik, tetapi peninggalan era paleometalik di saat akhir prasejarah,” ucap Peneliti Utama Balar Jabar Lutfi Yondri.

Pernyataan Lutfi tersebut meluruskan informasi disampaikan Kepala Disbudpar Garut Budi Gangan yang mengatakan batu andesit memiliki lubang itu peninggalan zaman megalitikum. Lutfi mengaku telah meneliti keberadaan batu lumpang ini pada 1985.

Ia menjelaskan, paleometalik ialah zaman kehidupan budaya masyarakat yang sudah mengenal benda terbuat dari bahan logam.”Paleometalik itu patokannya pada zaman di akhir prasejarah hingga awal masehi,” katanya.
Dia memastikan, batu khas memiliki lubang simetris itu karya tangan manusia. Lubang melingkar rapi di permukaan datar batu ini bukan terbentuk secara alami.

“Lubang itu memang sengaja mereka buat. Untuk membuat lubang simetris, butuh benda lain (alat melubangi) terbuat dari bahan logam. Tidak mungkin batu diadukan batu membentuk lubang sesimetris itu,” ujar Lutfi yang sudah membukukan sejarah batu lumpang ini.

Lebih lanjut ia menuturkan, adanya batu berlubang di lokasi yang sekarang menjadi situs cagar budaya ini bukti jejak dan ciri bahwa pernah bermukim masyarakat masa prasejarah. Menurut Lutfi, batu berlubang sebagai salah satu benda pelengkap kegiatan tradisi penghormatan arwah leluhur.

Situs Pasir Lulumpang merupakan cagar budaya yang dilindungi pemerintah sejak tahun 2002 lalu. Namun, di balik keindahannya, cerita-cerita mistis datang dari warga sekitar lokasi situs.
Juru kunci Situs Pasir Lulumpang, Iin (64), menceritakan kisah-kisah mistis yang dialami warga kepada detikTravel. Iin mengatakan, banyak kisah mistis yang dialamnya selama hampir 30 tahun menjadi kuncen di tempat ini.

“Ada banyak ya diantaranya, kalau malam Jumat sama malam Selasa sering terdengar suara gamelan dan kuda yang sedang minum di Danau Gabus (Danau yang terletak tak jauh dari situs). Warga di sini sudah tidak aneh lagi,” ungkap Iin di Situs Pasir Lulumpang, Desa Cimareme, Banyuresmi, Garut, Jumat (4/8/2017).
Iin mengatakan, bahkan warga kampung tetangga sempat berbondong-bondong datang ke lokasi situs, karena mengira ada pertunjukan musik di Situs Pasir Lulumpang.

“Tapi mereka pada pulang lagi karena memang tidak ada pertunjukan musik di sini. Sampai sekarang itu kalau malam Jumat sama malam Selasa sering kedengeran,” katanya.

Selain kejanggalan itu, pernah suatu ketika ada sekelompok orang yang hendak mencuri batu tersebut. Namun, orang orang tersebut mengalami sakit setelah mencoba memindahkan batu tersebut ke dalam mobil.

Meskipun sarat akan kisah mistis dan misteri, selalu ada wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Kebanyakan dari mereka merupakan wisatawan yang datang dari luar Garut dan sejumlah mahasiswa yang melakukan penelitian.
Iin mengimbau kepada para wisatawan yang hendak datang ke situs ini untuk tidak takut dan selalu menjaga sikap selama berada di situs ini.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!