Sepuluh Fakta Kucing Yang Perlu Anda Ketahui

Sepuluh Fakta Kucing Yang Perlu Anda Ketahui – hewan yang biasa Anda temui di rumah atau jalanan ini memiliki latar belakang sejarah yang mengagumkan. Ia dikenal sebagai binatang peliharaan kesayangan Nabi Muhammad SAW juga ratu Mesir Cleopatra. Bahkan hewan lucu ini pernah dikatakan berasosiasi dengan penyihir pada abad pertengahan di Eropa. Kucing yang dikenal sebagai hewan cuek ini memiliki banyak fakta meanrik yang membuat anda penasaran.

Sepuluh Fakta Kucing Yang Perlu Anda Ketahui

Fakta Kucing

Berikut adalah fakta mengenai kucing :

Mueeza, kucing kesayangan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW saja memiliki kucing yang diberi nama Mueeza. Di dalam agama Islam sendiri, kucing dianggap sebagai binatang bersih yang dekat dengan manusia. Hal tersebut dapat dibukikan lewat hadist yang berbunyi,
إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ
“Kucing ini tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik).
Mueeza selalu mengeong setiap mendengar adzan, suaranya seolah olah seperti mengikuti lantunan suara adzan. Saking sayangnya dengan kucingnya, Nabi Muhammad SAW selalu menggendong Mueeza saat menerima tamu, atau menaruhnya di paha beliau.

Kucing merupakan hewan yang sensitif

Pendengaran kucing lebih sensitif dari manusia serta anjing. Diketahui batas pendengaran kucing 65 khz sedangkan manusia cuma 20 khz. Kucing mempunyai indera penciuman 20-80 juta sel olfactory dibandingkan manusia yang mempunyai indera penciuman 5-20 juta olfactory saja. Karena penciumannya yang sensitif inilah yang menjadi alasan mengapa kucing tak mau buang kotoran di kotak sampah kotor. Sudah tugas pemiliki kucing buat menyediakan kotak pasir untuk si meong karena sesudah buang kotoran kucing selalu mengubur kotoran supaya baunya tak tercium. Selain benci bau kotorannya, kucing juga benci bau ammonia serta aroma asam dari jeruk atau lemon.

kucing merupakan hewan perasa

Kucing dikenal sebagai hewan yang cuek. Cobalah memanggilnya, dia pasti tak menengok ke arah Anda. Padahal mereka telah mengenal nama mereka sejak tiga minggu sesudah pemiliknnya memberikan mereka nama. Namun jangan salah, kucing merupakan hewan yang perasa. Mereka bisa merasakan perubahan suasana hati pemiliknya. Bahkan sudah ada penelitian yang dilakukan oleh Moriah Galvan serta Jennifer Vonk dari Universitas Oakland, Michigan, Amerika Serikat. Dari penelitiannya, diindikasikan jikalau kucing dapat membaca ekspresi muka manusia bahkan kucing dapat memahami emosi manusia lebih dari yang diperkirakan.

beberapa negara di Asia, kucing termasuk ke dalam zodiak

Khusunya di Vietnam, kucing dikatakan termasuk hewan zodiak, tak seperti zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta buat hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan hewan yang sudah dipilihnya. Tikus lantas tidak mengundang kucing ke dalam pesta yang diadakan maka perihal tersebut yang mendasari mengapa kucing tak ada di dalam zodiak. Nggak heran, perihal ini pula yang mengakibatkan kucing dendam kesumat dengan tikus.

kucing memiliki 9 nyawa

Mitos yang berkembang di sekitar masyarakat ialah kucing mempunyai 9 nyawa. Kucing diyakini bisa mengecoh kematian dimanapun dia berada. Bisa dikatakan jikalau hewan ini mungkin bsisa bertahan hidup bila jatuh dari ketinggian. Bahkan dikatakan kucing masih bisa bertahan hidup meski jatuh dari lantai tiga gedung. Perihal ini dikarenakan kucing mempunyai sebagian mekanisme untuk bertahan hidup dimana bertindak semacama giroskop internal yang bernama “refleks meluruskan tubuh di udara”. Beberapa cm sebelum jatuh, kucing akan mendarat seluruh kakinya karena kaki kucing berfungsi sebagai pegas saat berpijak.

Reproduksi kucing

Ternyata masa kawin kucing betina serta kucing jantan itu berbeda. Kucing betina matang secara seksual ketika berumur 6-10 bulan, sedangkan kucing jantan pada umur 9-12 bulan. Di masyarakat terdapat mitos, jumlah anak kucing sesuai dengan jumlah puting susu induknya. Namun pada umumnya kucing melahirkan sekitar dua sampai enam ekor anak.

Bersihan kucing dari pada manusia

Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah membutikan jikalau tak ditemukan kuman pada lidah kucing. Penelitian ini juga menemukan jikalau kuman paling banyak ditemukan pada anjing bahkan manusia cuma setengah lebih bersih dibandingkan kucing. Alasan mengapa kucing tidak suka pada air karena kucing sadar air merupakan tempat yang amat subur untuk pertumbuhan bakteri terlebih lagi genangan air hujan. Maka kucing sering kali tidak suka mandi karena bertujuan menghindari perpindahan bakteri ke tubuhnya. Saking bersihnya, Nabi Muhammad SAW bahkan membolehkan umat Islam untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing.

kucing juga punya sensus

Menurut International Federation for Animal Health Europe (IFAH) terdapat 220 juta ekor juta kucing domestik tersebar di seluruh dunia. Sudah banyak upaya buat membangun program sensus kucing selama beberapa tahun belakangan ini, baik melalui asosiasi atau organisasi nasional serta internasional. Sayangnya, populasi kucing sepertinya telah terlalu banyak sehingga tugas ini sepertinya sulit buat dicapai.

Kucing meningkatkan kesehatan manusia

Kabar yang tersebar di masyarakat adalah memelihara kucing berbahaya karena bisa menularkan penyakit tokso, asma, alergi bahkan radang kulit. Bahkan kucing bisa mengakibatkan kemandulan, keguguran serta cacat terhadap bayi saat lahir. Namun, di balik itu semua itu, kucing juga memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Memelihara kucing juga bisa meningkatkan kesehatan psikologis, yaitu dapat memberikan dukungan emosional serta meghilangkan perasaan depresi, kecemasan dan kesepian. Sudah ada studi yang menyebutkan jikalau manusia yang memelihara kucing bisa menurunkan risiko serangan jantung serta stroke. Para dokter muslim tempo dulu menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Sehingga dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!