Peninggalan Sejarah Di Garut Terbengkalai

Peninggalan Sejarah Di Garut Terbengkalai – Sebagai salah satu wilayah di tanah pasundan, Garut mempunyai banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, kota yang populer dengan kuliner dodolnya tersebut, tidak mempunyai sebuah museum yang khusus menampung naskah serta benda kuno yang mempunyai nilai sejarah. Tidak pelak, naskah serta benda benda kuno yang berada di Garut pun terbengkalai serta tak adanya tempat khusus buat mendapatkan perawatan serta penjagaan supaya tak punah.

Peninggalan Sejarah Di Garut Terbengkalai

 

Peninggalan Sejarah Di Garut

Semua naskah kuno serta benda benda peninggalan bersejarah kini tersebar di sebagian daerah, bahkan ada yang dimiliki masyarakat, menurut Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata serta Kebudayaan Kabuapaten Garut .

Kepala bidang kebudayaan itu berpendapat, supaya tak menyebar disetiap daerah di Garut, seharusnya ada bangunan berupa museum buat penyimpanan benda benda serta naskah kuno yang ditemukan di Kabupaten Garut. Terlebih peninggalan sejarah di Garut, menurut Warjita cukup banyak, layaknya peninggalan pra sejarah, benda pusaka serta naskah zaman Hindu dan masuknya ajaran Islam ke Garut.

Dijelaskan Warjita, berdasarkan hasil pendataan yang dilaksanakan pada 2004, terdapat 50 naskah peninggalan zaman penyebaran Islam abad 19 yang ditulis di kertas kayu. Setelah itu tercatat 27 klopak, tiap satu klopak berisi 15 lembar naskah peninggalan zaman Hindu kuno abad 16 yang ditulis pada lembaran daun lontar.

Bahkan, sebagian tempat di Garut, terdapat benda benda bersejarah lainnya, berupa keris, kujang serta benda tak bergerak zaman pra sejarah seperti Batu Lumpang, dan candi zaman Hindu serta masjid kuno. “Untuk benda serta naskah sudah kami lakukan pendataan tahun 2004, tapi sekarang apakah masih ada atau tidak, perlu dicek lagi ke lapangan,” ucapnya

oleh karna itu, Warjita berharap keberadaan benda serta naskah kuno di Garut bisa dipelihara dengan cara dikumpulkan di museum, sehingga bisa dirawat dengan baik. Sayangnya, Garut belum mempunyai bangunan museum, sehingga semua peninggalan yang mempunyai nilai sejarah kurang mendapatkan perhatian.

“Kalau nanti ada museum, tentu pemerintah akan berupaya menebus benda bersejarah yang selama ini ada di masyarakat, tujuannya supaya terpelihara serta tak punah,” katanya.

loading...

You may also like...

error: Content is protected !!